djeNews.co – TOBA
Lokasi Bypass Balige, sebuah jalur strategis yang membentang di sekitar Danau Toba, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, belakangan ini menjadi sorotan karena adanya aktivitas penebangan kayu pinus yang diduga ilegal. Pohon-pohon pinus yang selama ini menjadi bagian dari pemandangan indah dan fungsi ekologis kawasan, kini terancam oleh aktivitas yang tidak bertanggung jawab ini.
Johan Pangaribuan warga setempat menyebutkan bahwa penebangan kayu pinus di area Bypass Balige terjadi tanpa Verifikasi lokasi yang jelas dan dokumen lingkungan tidak jelas, menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan pelanggaran hukum.

Kayu pinus yang ditebang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kestabilan tanah dan mencegah erosi, dan hutan penyangga terutama di kawasan di sekitar Danau Toba.
Dugaan kuat penebangan ilegal ini memicu reaksi dari berbagai pihak, kita berharap Aparat Penegak Hukum ( APH ) dan Pemerintah daerah untuk segera bertindak dan menginvestigasi penebangan liar ini, serta menindak tegas pelaku jika terbukti melanggar hukum.
“Saya tidak akan mentolerir aktivitas ilegal yang merusak lingkungan. Penebangan harus sesuai prosedur dan memiliki izin yang jelas, hal ini juga perlu guna mengantisipasi terjadinya bencana alam seperti yang terjadi diberbagai daerah baru baru ini ” ujar Johan , Minggu (7/12/2025)
Johan juga menyerukan agar masyarakat lebih waspada dan ikut berperan dalam pengawasan, dengan situasi saat ini yang terjadi di Sumatera khusunya Tapanuli raya banjir bandang yang diikuti serta gelondongan kayu menghantam rumah warga.
“Kelestarian alam Danau Toba adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus lindungi pohon-pohon ini, bukan hanya untuk keindahan, tapi juga untuk keberlanjutan ekosistem,” kata Johan
Penebangan ilegal ini juga menyoroti pentingnya penegakan hukum di bidang kehutanan. Perlindungan terhadap hutan dan sumber daya alam harus diutamakan, sambil tetap mempertimbangkan kebutuhan pembangunan yang berkelanjutan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan, demi menjaga kawasan Bypass Balige tetap lestari.(CT)








