DJENews.co – Pasar saham Indonesia kembali hidup. IHSG mencetak lonjakan signifikan dan menutup perdagangan di level 8.290, sebuah pencapaian yang mengirim sinyal kuat bahwa investor kembali percaya pada prospek pasar.
Pergerakan agresif terlihat sejak awal sesi. Indeks langsung melesat dan bertahan di zona hijau hingga bel penutupan. Rentang pergerakan berada di kisaran 8.118 hingga 8.290, dengan transaksi yang sangat padat.
Lebih dari 62 miliar saham diperdagangkan, dengan nilai hampir Rp30 triliun. Mayoritas emiten menguat, menandakan sentimen pasar yang positif dan merata.
Sektor energi, industri, dan konsumsi non-primer menjadi primadona. Saham-saham di sektor ini mencatat kenaikan tajam, memperkuat posisi IHSG sebagai salah satu bursa dengan kinerja terbaik di Asia hari ini.
Arus dana asing kembali masuk ke pasar saham Asia, termasuk Indonesia. Penyebab utamanya adalah penurunan imbal hasil obligasi AS yang membuat investor global mencari alternatif investasi dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.
Bursa Asia bergerak searah. Dari Tokyo hingga Shanghai, indeks-indeks utama ditutup menguat. Sentimen regional yang solid membuat IHSG ikut terangkat.
Di tengah euforia ini, saham lapis dua dan tiga menjadi bintang. Lonjakan ekstrem pada beberapa emiten memicu lonjakan volume transaksi dan menarik minat spekulatif investor ritel.
Namun, sektor perbankan masih tertinggal. Tekanan di saham keuangan menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati terhadap risiko di sektor ini. [*]








