djeNews.co-TOBA
Suasana penuh semangat dan kreativitas mewarnai halaman SMP Negeri 1 Dolok Silau Kabupaten Simalungun pada Sabtu(30/05/2026). Sekolah tersebut resmi menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dengan mengusung tema “Muda, Kreatif dan Berprestasi”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menampilkan bakat, kemampuan, dan karya seni yang telah mereka pelajari selama ini.
Kepala SMP Negeri 1 Dolok Silau, Sejahtera Sembiring, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini secara khusus diperuntukkan bagi siswa kelas VII dan VIII. Menurutnya, Porseni menjadi momen penting untuk menyeimbangkan kegiatan akademik dan non-akademik, sekaligus menjadi sarana penerapan ilmu yang didapat di dalam kelas.
“Selama ini siswa kami lebih banyak berkutat dengan teori di dalam ruangan. Melalui kegiatan ini, mereka bisa menyegarkan pikiran sekaligus mempraktikkan langsung materi seni budaya yang telah dipelajari. Ini adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk menampilkan kreativitas dan jati diri, baik melalui tarian, seni pertunjukan, maupun bentuk karya lainnya,” ungkap Sejahtera.
Ia juga menjelaskan, pelaksanaan Porseni ini sudah menjadi agenda rutin sekolah, yang digelar setelah siswa kelas IX menyelesaikan Asesmen Akhir Jenjang Sekolah (AAJS). Tujuannya tidak lain adalah membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi non-akademik yang baik, berkarakter, dan seimbang dalam mengembangkan potensi diri.
Beragam penampilan menarik turut memeriahkan acara, mulai dari vokal grup, peragaan busana, tarian tradisional, tarian modern, hingga pertunjukan komedi tunggal (stand up). Seluruh penampilan yang ditampilkan merupakan hasil pembelajaran dari mata pelajaran Seni Budaya, yang dikemas secara kreatif dan penuh makna.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, semangat belajar siswa semakin membara dan kreativitas mereka terus tumbuh. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah kami,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Porseni, Candri Damanik, S.Pd., menekankan pentingnya peran sekolah dalam melestarikan kekayaan budaya daerah. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu meningkatkan rasa cinta dan apresiasi siswa terhadap seni serta warisan budaya yang ada di lingkungan sekitar.
“Porseni bukan sekadar ajang tampil, melainkan tempat untuk mengeksplorasi bakat yang selama ini mungkin masih terpendam. Sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisional agar tidak hilang tergerus zaman,” ujar Candri.
Ia juga berharap kegiatan positif ini dapat terus dijadikan agenda rutin tahunan. Dengan begitu, setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk menyalurkan minat dan bakatnya, serta siap berkarya dan berkembang baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.(Sakeus Tarigan)








