Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman, pada hari Selasa ( 06/10/26) mengatakan, BI bersama TPID memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.
Langkahnya mencakup pemantauan harga dan pasokan, program stabilisasi, Operasi Pasar, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit.
” Meski inflasi September masih terkendali, pergerakan harga komoditas pangan menunjukkan bahwa tekanan tetap perlu diantisipasi. Cabai merah, beras dan daging ayam ras di Pematangsiantar serta cabai merah, cabai hijau dan ikan dencis di Labuhanbatu menjadi sinyal bahwa stabilitas harga pangan masih menjadi pekerjaan rumah”, ungkap Ahmadi Rahman.
Ahmadi menyebutkan, BI juga memperkuat komunikasi publik dengan mendorong masyarakat mengatur konsumsi dan belanja rumah tangga secara bijak. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga ekspektasi harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
“Ke depan, BI dan pemerintah daerah akan mempertajam sinergi pengendalian inflasi. Stabilitas harga pangan menjadi kunci agar tekanan inflasi tidak menggerus daya beli dan mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi daerah”, tutupnya. ( dj )







