djeNews.co – Simalungun
Mendorong UMKM tumbuh, berkembang dan naik kelas, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas menjadi fokus utama Karya Hita Festival 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar di Ruang Terbuka Publik (RTP) Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Mengusung tema “Harmoni Sisi Batas Labuhan untuk Indonesia”, festival berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026, dengan mengangkat potensi ekonomi lokal, khususnya kopi, teh, wastra, kuliner dan sektor ekonomi kreatif.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang promosi produk UMKM. BI mendorong agar potensi lokal memiliki nilai tambah, diperkuat dari sisi kualitas dan pemasaran, serta mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
Rangkaian Karya Hita Festival 2026 berlangsung selama tiga hari dengan berbagai kegiatan yang menggabungkan pemberdayaan UMKM, edukasi, kreativitas dan hiburan. Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Tea Mixology Demo & Mini Workshop, yang menghadirkan Shane, Founder Teashane, dan Okky, Founder Jelajah Rasa. Peserta diajak mengenal dan mengeksplorasi teh melalui demonstrasi, praktik serta proses kreatif pengolahan minuman.
Pada puncak acara, Minggu (4/10/26), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talk show, fashion show wastra, halal chef competition serta hiburan yang ditutup dengan penampilan Gok Malau.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Karya Hita Festival 2026. Ahmadi menyebut penyelenggaraan Karya Hita di Pantai Bebas Parapat menjadi momentum istimewa karena merupakan pelaksanaan pertama di lokasi tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan skala yang lebih besar ke depan.
“Karya Hita diarahkan untuk mendorong UMKM agar tumbuh dan berkembang, terutama pada sektor kopi, teh, kuliner dan kerajinan”, ungkapnya. Penguatan juga dilakukan terhadap sektor wastra.







