BI Pematangsiantar memfasilitasi bimbingan fesyen bagi 30 pengrajin kain lokal Siantar-Simalungun dengan menghadirkan desainer nasional Ali Charisma. Hasil karya para pengrajin kemudian ditampilkan dalam fashion show pada puncak festival.
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menilai UMKM merupakan salah satu fondasi penting perekonomian masyarakat. Namun, peningkatan kualitas produk menjadi tantangan yang harus dijawab bersama.
Ia meminta seluruh perangkat daerah bersinergi agar program pemberdayaan yang diluncurkan melalui Karya Hita tidak berhenti pada seremoni, tetapi dikawal dan dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Pemerintah dan Bank Indonesia tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Melalui Karya Hita, kata dia, sinergi diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, pembangunan ekonomi daerah, pengembangan desa wisata hingga bisnis ekspor biji kopi Simalungun”, sebut Bupati Simalungun.
Pelaksanaan Karya Hita Festival 2026 di Pantai Bebas Parapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif di wilayah kerja Bank Indonesia Pematangsiantar.
Pengembangan kualitas produk, perluasan akses pasar, digitalisasi, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi pekerjaan lanjutan setelah festival berakhir.
Bagi Simalungun dan kawasan Danau Toba, tantangan berikutnya adalah memastikan potensi kopi, teh, wastra, kuliner dan produk kreatif lainnya dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Festival boleh berakhir pada 4 Oktober 2026 kemarin, namun, ukuran keberhasilannya justru akan terlihat setelah panggung dibongkar: seberapa jauh UMKM yang terlibat mampu meningkatkan kualitas, memperluas pasar, dan menciptakan nilai ekonomi baru bagi daerah. ( dj )







