djeNews.co – Pematangsiantar
Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar, Sumatera Utara, membongkar dugaan peredaran narkotika jenis ekstasi. Polisi menyita 100 butir ekstasi merek Marvel dengan berat total 50,80 gram dan mengamankan dua pria berinisial HDAH (19) dan MIH (41).
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Sabtu malam kemarin (26/09/26), setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait dugaan kepemilikan narkotika di wilayah hukum Polres Pematangsiantar.
Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan, melalui Kasat Resnarkoba AKP Irwanta Sembiring, mengatakan petugas kemudian melakukan penyelidikan di kawasan Jalan WR Supratman Sembiring, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat.
Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas menemukan tersangka HDAH sedang berada di sebuah pos satpam Siantar Hotel. Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan 24 butir ekstasi warna kuning dan hijau merek Marvel seberat 11,93 gram yang disebut disimpan di dalam kotak rokok Marlboro dari kantong jaketnya.
Polisi juga mengamankan satu unit telepon seluler merek Vivo warna biru.
Dari hasil pemeriksaan awal, HDAH mengaku mendapatkan ekstasi tersebut dari MIH. Polisi kemudian melakukan pengembangan ke kawasan Jalan Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Di lokasi tersebut, petugas mengamankan MIH yang sedang berada di sebuah pos satpam. Dari tangan MIH, polisi menyita satu unit telepon seluler Vivo warna hitam. Dalam pemeriksaan lebih lanjut, MIH disebut mengakui masih menyimpan narkotika di dalam sebuah kotak Indomie yang berada di dalam mobil Toyota Kijang Innova warna abu-abu dengan nomor polisi BK 1199 GO.
Petugas kemudian menemukan 76 butir ekstasi merek Marvel warna kuning dan hijau dengan berat 38,87 gram. Barang tersebut disebut disimpan dalam plastik klip dan dibungkus menggunakan plastik kresek warna hitam.
“Dalam pemeriksaan, MIH mengaku ekstasi tersebut merupakan miliknya dan diperoleh dari seorang pria yang dikenal dengan nama Oc, yang disebut berada di sekitar Kota Medan. Namun, saat dilakukan pengembangan, pria tersebut tidak lagi dapat dihubungi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap keberadaan dan kemungkinan jaringan pemasok narkotika tersebut”, ungkap AKP Irwanta.







