djeNews.co – Pematangsiantar
Inflasi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar masih terkendali pada September 2026. Namun, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan membuat pengendalian pasokan dan distribusi tetap menjadi perhatian.
Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Pematangsiantar tercatat 0,16 persen secara bulanan (mtm), dengan inflasi tahun berjalan 2,93 persen (ytd) dan tahunan 3,78 persen (yoy). Sementara Labuhanbatu mencatat inflasi 0,13 persen (mtm), 3,57 persen (ytd) dan 4,04 persen (yoy).
Di Pematangsiantar, tekanan harga terutama datang dari cabai merah, daging ayam ras dan beras. Sebaliknya, penurunan harga tomat, cabai rawit dan kangkung menahan laju inflasi.
Sementara Untuk wilayah Labuhanbatu, kenaikan harga cabai merah, cabai hijau dan ikan dencis menjadi penyumbang inflasi. Tekanan tersebut tertahan oleh turunnya harga cabai rawit, tomat dan bawang merah.








