djeNews.co-TOBA
Upaya pencarian terhadap Cristoper Rustam Muda Dua, mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas Medan (UNIKA ST Medan) yang tenggelam di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, memasuki hari ketiga pada Senin (14/04/2026).
Sayangnya, hingga operasi dihentikan sore hari, korban masih belum berhasil ditemukan.
Insiden bermula pada hari Sabtu lalu, ketika korban berwisata bersama rombongan sebanyak 60 mahasiswa semester 2 dan satu pendamping, Romo R.D Ngadiono. Mereka menggunakan kapal KM. Sibolet-Bolet 01 Silima Lombu dan tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB, lalu langsung berenang di sekitar air terjun.
Namun, sekitar 20 menit kemudian, situasi berubah menjadi mengenaskan. Korban terlihat tertinggal dan mengeluhkan kakinya mengalami kram. Teman korban, Mario Wira Surbakti, bersama dua orang lainnya segera mengambil pelampung dari kapal untuk menolong, namun sayangnya korban sudah tidak terlihat dan menghilang ditelan air danau.
Pada hari ketiga pencarian, tim gabungan kembali dikerahkan ke lokasi sejak pukul 08.30 WIB. Tim yang terdiri dari Personil Polsek Lumbanjulu, Koramil 12 Lumbanjulu, Tim Basarnas Danau Toba, keluarga korban, serta pihak kampus terlibat dalam operasi ini.
Pukul 09.00 WIB, tim Basarnas mulai menggunakan alat pendeteksi tubuh manusia di dalam air. Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo dari UNIKA ST Medan bersama keluarga di lokasi kejadian.
Saat tim penyelam melakukan penyelaman pukul 10.40 WIB, ditemukan kondisi perairan yang cukup ekstrem. Terdapat palung atau cekungan di dasar danau dengan kedalaman mencapai 105 meter dan diameter sekitar 30 meter, yang menyulitkan proses pencarian.
Meski telah dibantu tambahan tim penyelam dari PT Aqua Farm Nusantara dan pemerintah kecamatan, upaya tersebut masih membuahkan hasil nihil.
Sambil berharap ada keajaiban, orang tua korban bahkan melakukan tradisi meletakkan baju milik anaknya ke permukaan air sebagai permohonan agar jasad korban segera ditemukan. Pencarian juga dilakukan di sepanjang pinggiran danau hingga sore hari.
Hingga pukul 17.00 WIB, operasi pencarian pada hari ini terpaksa dihentikan sementara mengingat kondisi cuaca dan keterbatasan waktu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul, membenarkan bahwa hingga hari ketiga pencarian, korban masih belum ditemukan.
“Pencarian akan dilanjutkan kembali pada hari esok, Selasa, 15 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB,” ucap Sikkat.(CT)








