djeNews.co – Pematangsiantar
Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu diiringi peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Dalam situasi tersebut, Bank Indonesia berkomitmen memastikan Rupiah tersedia dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan layak edar, sekaligus memperkuat literasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah) serta mendorong ekosistem pembayaran yang sehat.
Melalui Semarak Rupiah Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI 2025) , Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar menghadirkan rangkaian kegiatan diantaranya Layanan penukaran uang bagi masyarakat, bersama Bank Mandiri, BRI, BNI, dan Bank Sumut di lokasi acara Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar ( 17/12/25).

Selain layanan penukaran uang , juga dilaksanakan Gerakan Pangan Murah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
Ahmadi Rahman Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar menyebutkan, SERUNAI 2025 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, FORKOPIMDA dan Perbankan untuk memastikan kesiapan layanan kas dan edukasi keuangan jelang Natal.
“Selain penukaran uang kegiatan juga di isi dengan Edukasi Rupiah & Kuiz CBP serta lomba Foto Penukaran Rupiah. Juga menyediakan Perpustakaan BI berisi buku bacaan dan aktivitas mewarnai untuk anakanak yang mendampingi orang tuanya. Kegiatan juga di isi dengan hiburan rakyat oleh musisi akustik Pematangsiantar, agar edukasi dan layanan berjalan hangat dan inklusif”, ungkapnya.
Menurut Ahmadi Rahman, guna mendukung kelancaran transaksi selama Nataru, KPw BI Pematangsiantar menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,3 Triliun, meningkat 15% dari tahun sebelumnya (Rp2,8 Triliun).
“Penambahan ini kami lakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang di wilayah kerja kami, sekaligus memastikan perbankan dan masyarakat mendapatkan layanan kas yang aman, tertib, dan memadai”, jelasnya.
Ia mengimbau, agar masyarakat melakukan penukaran uang di lokasi resmi BI dan perbankan. Hindari penukaran ilegal yang berisiko merugikan.
“Periksa keaslian Rupiah sebelum bertransaksi; gunakan metode 3D, merawat Rupiah dengan baik agar Rupiah yang kita gunakan layak edar, karena Rupiah adalah simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa”, sebutnya.
Ahmadi Rahman juga menyampaikan agar tetap menjaga ketertiban antrean dan kepatuhan terhadap ketentuan layanan demi kenyamanan bersama. Selain itu, dalam rangka Nataru ini, turut mengimbau masyarakat untuk cermat dalam berbelanja dengan memprioritaskan kebutuhan, bukan keinginan.
” Beberapa hal yang dapat dilakukan diantaranya berbelanja sesuai kebutuhan, susun daftar belanja yang diperlukan, tidak menimbun barang/bahan makanan dan mencari alternatif barang jika harga tidak wajar”, tutupnya. ( dj )








