“Kami ingin kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan. Polri membuka diri terhadap saran dan kritik yang membangun demi perbaikan pelayanan,” ujar Verry.
Pertemuan tersebut dihadiri Wakapolres KOMPOL Imam Alriyuddin, sejumlah pejabat utama Polres Simalungun, serta pimpinan organisasi pers, yakni PWI, IJTI, JMSI, PJS, SMSI, dan organisasi jurnalis lainnya.
Kehadiran 160 wartawan menjadi momentum memperkuat hubungan antara kepolisian dan media. Namun, esensi kemitraan tetap terletak pada praktik di lapangan: informasi yang mudah diakses, konfirmasi yang responsif, dan penjelasan yang jelas atas persoalan yang menjadi perhatian publik.
Polres Simalungun berharap komunikasi dengan insan pers semakin terbuka dan berkelanjutan. Pada akhirnya, kemitraan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar arus informasi, tetapi juga mendukung pelayanan kepolisian yang transparan, profesional, dan akuntabel. ( dj )







