djeNews.co-TOBA
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, kembali menuai sorotan tajam. Dugaan ketidakadilan distribusi seakan mempertontonkan kelemahan manajemen, di mana ribuan penerima manfaat di wilayah Balige tidak menerima jatah makanan, sementara dapur lain tetap beroperasi normal.
Kasus ini bermula ketika kegiatan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Toba Balige II dihentikan secara mendadak dan tanpa batas waktu yang jelas. Penyedia layanan mengklaim penghentian dilakukan karena sedang melakukan perbaikan fasilitas dapur, perbaikan instalasi IPAL, hingga pembangunan kamar mandi.
Namun, keterangan tersebut menuai pertanyaan besar dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Toba. Menurut Sekretaris Satgas, Eston Sihotang, fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa operasional dihentikan karena masa kontrak penyedia jasa tersebut sudah habis.
“Ini menjadi pertanyaan besar. Kenapa Badan Gizi Kabupaten tidak menyatakan fakta yang sebenarnya? Terkesan melindungi kekurangan atau kesalahan dari SPPG,” ujar Eston dengan nada kecewa, Rabu (22/04/2026).
Eston menegaskan, kekacauan informasi ini terjadi akibat minimnya komunikasi antara Badan Gizi Kabupaten Toba dengan pihak Satgas. Hal ini berdampak langsung pada lemahnya pengawasan dan membuat pihaknya kewalahan menjelaskan situasi kepada publik.
“Kita dapat info dari pers, kalau dari Badan Gizi Kabupaten tidak menginformasikan hal tersebut. Kurang terbangunnya komunikasi ini membuat kita kesulitan dalam pengawasan,” tambahnya.






