djeNews.co – Samosir
Seorang narapidana berinisial ARS (27) ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Pangururan, Kabupaten Samosir. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh sesama penghuni lapas.
Kepala Lapas Pangururan, Jeremia Sinuraya, membenarkan kejadian tersebut. ARS sempat dilarikan ke RSUD Hadrianus Sinaga dalam kondisi tak sadarkan diri, namun nyawanya tidak tertolong.
“Benar, korban meninggal di rumah sakit setelah sebelumnya mendapat pertolongan di klinik Lapas,” ujar Jeremia, Rabu (8/10/2025). Diketahui insiden bermula dari cekcok antara ARS dan narapidana lain di kamar tiga pada Minggu malam kemarin (5/10/2025). Untuk meredam konflik, korban sempat dipindahkan ke kamar dua untuk diisolasi.
Namun keesokan harinya, ARS kembali ke kamar tiga tanpa sepengetahuan petugas, disebut untuk mengambil pakaian. Saat itulah diduga terjadi penganiayaan hingga korban pingsan dan akhirnya meninggal.
Jeremia mengungkapkan tidak ada saksi mata maupun rekaman CCTV yang merekam kejadian karena posisi kamar tidak terjangkau kamera. Petugas juga tidak melihat tanda luka di tubuh korban saat membawanya ke klinik.
“Kami terbuka untuk penyelidikan. Saat ini pemeriksaan masih berjalan dan belum diketahui siapa saja yang terlibat,” kata Jeremia sembari menambahkan pihak Lapas tengah melakukan pemeriksaan internal bersama Kepolisian Polres Samosir untuk mengungkap pelaku.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kabupaten Samosir AKP Edward Sidauruk mengungkapan untuk mengetahui penyebab kematian korban jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan.
“ Kasus ini menjadi perhatian Polres Kabupaten Samosir, dan hingga saat ini masih dalam penyelidikan petugas dengan melakukan serangkaian pemeriksaan, dengan memintai keterangan sejumlah saksi terkait dengan kasus ini”, ungkap AKP Edward Sidauruk. ( CS)








