djeNews.co-TOBA
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan operasi penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan badan jalan di kawasan Jalan Gereja, Balige, Rabu (20/05/2026). Kegiatan ini digelar dengan tujuan utama menciptakan ketertiban umum, melancarkan arus lalu lintas, serta mengembalikan fungsi fasilitas kota.
Kasatpol PP Balige, Saut Sihombing, menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan menyebarkan surat pemberitahuan kepada para pedagang. Ia menegaskan bahwa tujuan penertiban ini bukan untuk menindas, melainkan upaya menata kota agar lebih teratur dan nyaman.
“Tujuan kita bukan untuk menindas, melainkan menata kota agar lebih teratur,” ujar Saut.
Dalam operasi kali ini, tercatat sekitar 18 hingga 20 pedagang yang lokasi usahanya berada di area fasilitas umum dan badan jalan menjadi sasaran penataan. Selain demi keindahan atau estetika kota, langkah ini juga menjadi persiapan menyambut rencana perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut.
Yang menjadi sorotan positif, proses penertiban yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu berjalan sangat kondusif. Tidak ada gesekan maupun perlawanan dari para pedagang yang bersangkutan.
Camat Balige, Partogi Tambunan, mempertegas status lahan di sepanjang Jalan Gereja yang merupakan aset jalan raya dan tidak diperuntukkan sebagai tempat usaha komersial.
“Khusus untuk di Jalan Gereja memang ini adalah penertiban, bukan untuk dialokasikan sebagai tempat dagang. Penertiban di wilayah Balige akan kita lakukan secara bertahap,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Dicky Tampubolon, mengungkapkan bahwa area tersebut sebelumnya juga menjadi tempat parkir atau mangkal tukang becak. Ke depannya, pihaknya berencana akan melakukan kajian ulang bersama Dinas Pekerjaan Umum terkait penggunaan lahan tersebut agar lebih optimal.
Keamanan selama kegiatan berlangsung dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Kapolsek Balige, AKP Libertius Siahaan, yang turun langsung memantau situasi, menyatakan siap mendampingi penuh jalannya kegiatan tersebut untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Terkait kondisi saluran air di lokasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Gumianto Simangusong, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan penanganan khusus. Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi drainase agar dapat berjalan optimal seperti sedia kala.
Dengan adanya penertiban ini, diharapkan penataan kota Balige menjadi lebih rapi, jalan menjadi lebih leluasa, serta fungsi drainase dapat berjalan maksimal demi kenyamanan bersama.(CT)








