djeNews.co-TOBA
Pimpinan Wilayah Sumatera Utara Perum Bulog, Budi Cahyanto, bersama rombongan dan jajaran pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung di Pasar Tradisional Balige, Kabupaten Toba, pada Selasa (09/06/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi minyak goreng bersubsidi ke masyarakat.
Dalam pengecekan yang dilakukan, Budi menegaskan bahwa kondisi stok di pasar tersebut sangat baik dan tidak terjadi kelangkaan. Produk “Minyak Kita” yang didistribusikan oleh Bulog masih tersedia cukup banyak dan peredarannya dinilai lancar di lokasi.
“Kami melihat langsung dan menegaskan kepada para pedagang bahwa stok minyak kita aman, artinya tidak ada kelangkaan. Di Pasar Balige masih tersedia, sehingga distribusinya lancar,” ujar Budi Cahyanto.
Meskipun stok terjamin, pihaknya menyadari bahwa belum seluruh pedagang di pasar tersebut terdaftar sebagai mitra resmi Bulog. Oleh karena itu, Bulog bersama Pemerintah Kabupaten Toba berkomitmen untuk melakukan sosialisasi intensif agar lebih banyak pedagang yang dapat bergabung dan menjual produk bersubsidi tersebut.
Menanggapi isu harga minyak goreng yang di pasaran sempat menyentuh angka Rp23.000 per liter, Budi menegaskan hal tersebut bukan berasal dari pemasok resmi Bulog.
Ia menjelaskan, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang wajib diterapkan pedagang mitra sebesar Rp15.700 per liter.
“Yang jual sampai tembus 23 ribu itu bukan dari pemasok Bulog. HET yang kami tetapkan itu Rp15.700. Memang pangsa pasar Bulog baru sekitar 35 persen, jadi masih ada tanggung jawab dan peran dari pihak lain,” jelasnya.
Untuk melindungi konsumen, Budi memberikan tips kepada masyarakat agar lebih cerdas dalam berbelanja.
“Jika ada toko yang menjual di atas harga Rp15.700, sebaiknya jangan dibeli. Cari toko yang berlogo Bulog, pasti harganya pas sesuai HET,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Toba, Thomson Manurung, menyambut baik kegiatan pengawasan ini. Hasil pantauan menunjukkan, para pedagang yang sudah menjadi mitra Bulog telah mematuhi aturan harga.
“Kita temui pedagang mitra Bulog, tidak ada yang menjual di atas HET. Namun, terkait pedagang yang belum terdaftar, ini menjadi tugas kita bersama Dinas Koperindakop Toba untuk terus melakukan pendekatan dan sosialisasi,” tutup Tomson.
Dengan adanya pengawasan rutin ini, diharapkan distribusi minyak goreng(Minyak Kita) dapat terus terjaga dan harga tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sekretaris Dinas Koperindakop, Apprila Tampubolon, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten akan memudahkan dan memfasilitasi para pedagang untuk menjadi Mitra Bulog. Hal ini berkaitan dengan proses pengurusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai syarat utama agar dapat bergabung menjadi Mitra Bulog.(CT)








