djeNews.co-TOBA
Pimpinan Wilayah Sumatera Utara Perum Bulog, Budi Cahyanto, bersama rombongan dan jajaran pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung di Pasar Tradisional Balige, Kabupaten Toba, pada Selasa (09/06/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi minyak goreng bersubsidi ke masyarakat.
Dalam pengecekan yang dilakukan, Budi menegaskan bahwa kondisi stok di pasar tersebut sangat baik dan tidak terjadi kelangkaan. Produk “Minyak Kita” yang didistribusikan oleh Bulog masih tersedia cukup banyak dan peredarannya dinilai lancar di lokasi.
“Kami melihat langsung dan menegaskan kepada para pedagang bahwa stok minyak kita aman, artinya tidak ada kelangkaan. Di Pasar Balige masih tersedia, sehingga distribusinya lancar,” ujar Budi Cahyanto.
Meskipun stok terjamin, pihaknya menyadari bahwa belum seluruh pedagang di pasar tersebut terdaftar sebagai mitra resmi Bulog. Oleh karena itu, Bulog bersama Pemerintah Kabupaten Toba berkomitmen untuk melakukan sosialisasi intensif agar lebih banyak pedagang yang dapat bergabung dan menjual produk bersubsidi tersebut.
Menanggapi isu harga minyak goreng yang di pasaran sempat menyentuh angka Rp23.000 per liter, Budi menegaskan hal tersebut bukan berasal dari pemasok resmi Bulog.
Ia menjelaskan, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang wajib diterapkan pedagang mitra sebesar Rp15.700 per liter.






