djeNews.co – Pematangsiantar
Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar mendorong transformasi ekonomi daerah melalui digitalisasi pembayaran dan penguatan UMKM. Langkah itu dikemas dalam Marpesta QRIS 2026, yang tidak hanya menghadirkan hiburan dan kompetisi, tetapi juga memperluas ekosistem ekonomi digital di Pematangsiantar dan sekitarnya.
Kegiatan Marpesta QRIS 2026 ini berlangsung 29-30 Agustus 2026 bertempat di Lapangan H. Adam Malik Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang memadukan edukasi Rupiah, kreativitas masyarakat, sekaligus kampanye ekonomi dan transaksi digital.
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman mengatakan, rangkaian Marpesta QRIS 2026 dirancang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi daerah, perluasan akseptasi digital hingga akses keuangan masyarakat.
“Marpesta QRIS 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan perayaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan pembayaran digital, memperluas akses pasar UMKM, menjaga stabilitas ekonomi daerah, serta mendorong perluasan akses keuangan daerah,” kata Ahmadi.
Salah satu fokus utama tahun ini adalah memperbesar keterlibatan UMKM dalam ekosistem digital. Sebanyak 38 UMKM hasil kurasi ambil bagian dalam Marpesta Kuliner.
Kehadiran UMKM tersebut diarahkan bukan sekadar sebagai ajang promosi produk. Pelaku usaha juga didorong memanfaatkan digitalisasi, khususnya QRIS, untuk memperluas pasar dan memberikan kemudahan transaksi kepada konsumen.
Bagi BI, QRIS menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat transformasi transaksi masyarakat karena menawarkan pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal.
Digitalisasi pembayaran juga mulai diperluas ke sektor pemerintahan daerah.
BI mendorong implementasi QRIS Parkir Kota Pematangsiantar serta pembayaran retribusi destinasi wisata menggunakan QRIS, termasuk di Sweembath, Kabupaten Simalungun.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran tidak hanya menyasar transaksi ritel masyarakat, tetapi mulai masuk ke berbagai aktivitas ekonomi daerah.
Di sektor pariwisata, BI turut mendorong pengembangan ekosistem ekonomi lokal melalui penyusunan Peta Kuliner Legendaris Pematangsiantar sebagai bagian dari program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026.






