Sementara itu, Wahyudi selaku koordinator aksi mengatakan, aksi ini merupakan bentuk dari rasa kekecewaan masyarakat selama puluhan tahun yang menikmati jalan kupak kapik di Kecamatan Bandar Huluan menuju Kecamatan Dolok Batu Nanggar dan sebaliknya.
“ Puluhan tahun jalanan ini rusak, akibatnya masyarakat sangat sulit untuk melakukan aktivitas sehari hari, terutama dalam mengangkut hasil pertanian warga dan juga anak anak kami para pelajar yang menggunakan jalur lintasan ini setiap hari”, ungkap Wahyudi.
Menurutnya, pemerintah tutup mata selama kurang lebih 25 tahun lama nya dan melakukan pembiaran terhadap kerusakan jalan tersebut, bahkan akibat kerusakan jalan ini banyak diantara warga yang mengalami kecelakaan.
“Kami sudah berulang kali menyampaikan kerusakan jalan ini kepada pemerintah daerah , namun tak kunjung di perbaiki. Sering sekali, warga mengalami kecelakaan di jalan ini, terlebih di saat musim penghujan tiba seperti saat sekarang ini”, tutupnya.
Usai melakukan orasi dan menyampaikan aksinya sekitar dua jam lebih, para pendemo kemudian membubarkan diri dengan tertib, dan mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar lagi, bila tuntuntan mereka tidak segera di sikapi oleh pemerintah daerah.
Sementara itu Camat Bandar Huluan Akbar Siregar berupaya mendatangai para warga untuk menenangkan situasi tetapi upaya tersebut justru mendapatkan penolakan dari para warga yang tersulut emosi. Guna menghindari bentrokan, dan Camat pun kemudian meninggalkan lokasi aksi para pendemo.
Tampak dilokasi pihak Kepolisian Polres Simalungun Dan petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun hingga pukul 17.00 WIB sore tadi, masih terlihat berjibaku mengamankan aksi masyarakat dari Dua Kecamatan yang masih berlanjut tersebut. ( Fer)






