Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada periode Juni 2024, Kota Pematangsiantar mengalami Deflasi sebesar -0,55% (mtm); 2,89% (yoy); 1,68% (ytd). Sementara untuk wilayah Kabupaten Labuhanbatu mengalami Deflasi sebesar -0,91% (mtm); 3,18% (yoy); 2,44% (ytd).
Untuk wilayah Sumatera Utara sendiri mengalami Deflasi sebesar -0,33% (mtm); 3,35% (yoy); 1,65% (ytd), dan untuk Nasional mengalami Deflasi sebesar -0,08% (mtm); 2,51% (yoy); 1,07% (ytd).
Dengan capaian tersebut, Kota Pematangsiantar dan Kab. Labuhanbatu menjadi kota/Kab IHK dengan capaian tingkat deflasi bulanan terbaik pertama dan kedua untuk wilayah Sumatera Utara.
Hal ini diungkapan Muqorobin selaku Kepala KPW Bank Indonesia , Kamis ( 4/7/2024 ) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar.
“Untuk Komoditas dengan andil deflasi terbesar Kota Pematangsiantar didominasi Daging ayam ras -0,30%, Bawang Merah -0,17%, Tomat -0,16%, Sawi Hijau -0,06%, Kangkung -0,04%”, ungkap Muqorobin.
Masih menurut Muqorobin, sementara untuk komoditas dengan andil inflasi terbesar Kota Pematangsiantar, didominasi oleh Ikan Dencis 0,04%, Emas Perhiasan 0,03%, Wortel 0,03%, Cabai Rawit 0,02% dan Bakso Siap Santap sebesar 0,02%.
“Terjadinya deflasi khususnya pada penurunan harga daging ayam ras dan bawang merah disebabkan oleh faktor meningkatkan stok khususnya panen bawang merah. Disisi lain peran TPID semakin matang dengan mampu mempersiapkan kemungkinan kenaikan harga pada masa libur sekolah dan HBKN Idul Adha dengan mengadakan kegiatan pasar murah, rapat koordinasi dan HLM serta gerakan tanam” papar Muqorobin.
Sementara itu saat disinggung soal kenaikan harga cabai yang masih terjadi , Muqorobin menyebutkan fluktuasi harga mengikuti kondisi pasokan panen cabai yang semakin berkurang menjelang berakhirnya masa panen. (Dj)