Yudha menyebutkan, Bank Indonesia saat ini mengelola dua infrastruktur utama sistem pembayaran ritel, yaitu SKNBI dan B-FAST.
Pertukaran Warkat Debit merupakan bagian dari layanan SKNBI yang masih memproses instrumen berbasis kertas seperti cek dan bilyet giro. Walau penggunaannya menurun, instrumen tersebut masih memiliki peran dalam transaksi keuangan masyarakat, khususnya di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan apresiasi kepada Koordinator
PWD di wilayah kerja Kisaran dan Rantauprapat yang dinilai telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Kegiatan ini turut disi dengan sesi team building untuk mempererat kebersamaan antar Koordinator dan insan perbankan peserta kliring.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap seluruh peserta dapat memperbarui pemahaman, meningkatkan koordinasi, serta terus berkontribusi dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran nasional.
“Semoga semangat kebersamaan ini dapat memperkuat peran kita dalam menjaga keandalan layanan pembayaran ritel di Indonesia,” tutup Deputi KPwBI Pematangsiantar. ( dj )






