Sore harinya di Moto 4, Araujo membalas dengan memimpin balapan dari awal hingga akhir. Ratag memilih strategi aman dengan menjaga posisi kedua, memastikan jarak aman dari Bailey Cunningham di posisi ketiga. Meski Araujo memangkas jarak poin kembali menjadi satu angka, posisi Ratag di puncak klasemen tetap terjaga.
Peluang Memecahkan Dua Rekor
Dengan dua Moto tersisa di hari terakhir, Ratag berpeluang mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih gelar Juara Dunia Endurance, sekaligus menjadi juara termuda dalam sejarah kejuaraan ini. Pencapaian ini akan melengkapi perjalanan cemerlangnya setelah musim lalu hanya finis di peringkat ke-11 pada debutnya, dan menjuarai Kejuaraan Nasional Aquabike Jetski Indonesia pada Desember lalu.
Dukungan penuh dari ribuan penonton di tepi Danau Toba menjadi modal moral penting baginya. Atmosfer meriah dari publik tuan rumah diharapkan memberi dorongan ekstra untuk menuntaskan misi sejarah tersebut. (dj)






