” Dalam rangka pengendalian inflasi daerah di seluruh wilayah Sisibataslabuhan, telah dilakukan pelaksanaan Pasar Murah dan GPM yang diperkirakan sebanyak 65 titik. Dengan meningkatnya harga komoditas hortikultura maka Pasar Murah dan GPM merupakan solusi jangka pendek untuk menjaga harga tetap terkendali”, sebut
Kepala Kantor Bank Indonesia ( KPwBI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman .
Selain itu, dilakukan juga kolaborasi kegiatan dengan Tim SP, dimana akan diberikan souvenir Bawang merah dan Cabai merah jika melakukan transaksi dengan menggunakan QRIS pada saat Pasar Murah dan GPM di wilayah Sisibataslabuhan dan akan terus dilakukan dengan solusi mid term untuk menjalin KAD untuk memenuhi pasokan di wilayah SISIBATASLABUHAN.
Kemudian dengan mencanangkan Pelaksanaan Pekarangan Pangan Lestari
Sebagai tindaklanjut dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk memperkuat ekonomi keluarga dengan mengurangi belanja harian dan membuka peluang usaha dari hasil panen.
” Pada 15 September 2025 kemarin, telah dilakukan pemantauan secara berkala dan penilaian terhadap progress penanaman hortikultura berupa Tomat, Cabai Merah, Terong dan Pak Coy yang dilakukan oleh masing-masing KWT”, tambahnya.
Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan HLM TPID Kabupaten Labuhanbatu
Pada tanggal 10 September 2025, dimana kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu dalam upaya pengendalian inflasi di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Dalam Kegiatan ini didapatkan kesepakatan untuk terus melakukan Kegiatan Pasar Murah dan GPM pada hari Senin dan Selasa setiap minggunya.
Dan yang terakhir melakukan Penjajakan Kerjasama Surveyor SPH bersama Universitas Labuhanbatu
Penjajakan surveyor pelaksanan Survey Pengeluaran Rumah Tangga (SPH) di salah satu daerah Indeks Harga Konsumen (IHK)di wilayah Sisibataslabuhan, hal tersebut dilakukan untuk mengetahui pola dan struktur pengeluaran masyarakat. Hasilnya dipakai sebagai dasar penentuan bobot dan paket komoditas dalam IHK, sehingga perhitungan inflasi menjadi akurat dan mencerminkan kondisi riil konsumsi rumah tangga.
“Kedepan, tekanan inflasi diperkirakan akan menurun pada Oktober 2025. Kedepan di prediksi curah hujan di Sumatera Utara diperkirakan mulai kembali mendekati normal sehingga berdampak pada hasil panen petani yang meningkat menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya penurunan tekanan inflasi di periode mendatang. Selain itu, ada indikasi pasokan dari daerah Jawa yang sudah mulai masuk yang mengakibatkan harga cenderung lebih terkendali pada Bulan Oktober 2025”, tutup Ahmadi Rahman. ( dj )






