Bank Indonesia telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menstabilkan dan menguatkan nilai tukar rupiah. Perry mengungkapkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah menstabilkan nilai tukar rupiah di pasar dengan menggunakan cadangan devisa yang sudah terkumpul.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pembelian surat berharga negara (SBN) dari pasar sekunder sebagai langkah tambahan untuk menstabilkan rupiah. “Kami juga akan koordinasikan juga dengan Kementerian Keuangan sekuritas kami rupiah untuk jangka pendek untuk menarik inflow. Supaya outflow tak terus-terusan dan perkuat stabilitas rupiah,” tambah Perry.
Pada perdagangan di pasar spot hari Kamis, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah di atas level 16.400. Data dari Bloomberg pada pukul 10.50 WIB menunjukkan rupiah berada pada level Rp 16.420 per dolar AS, melemah 0,34 persen dibanding penutupan sebelumnya yang berada pada level Rp 16.364 per dolar AS.
Perry Warjiyo berkeyakinan bahwa langkah-langkah yang telah disiapkan oleh Bank Indonesia akan mampu mengembalikan kepercayaan pasar dan menguatkan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang. Dengan upaya koordinasi yang baik antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, diharapkan stabilitas nilai tukar rupiah dapat terjaga dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Perry juga menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis. Menurutnya, stabilitas nilai tukar rupiah merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional di tengah gejolak global.
Ia menambahkan bahwa selain langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan, BI juga terus memantau perkembangan ekonomi dunia dan melakukan penyesuaian kebijakan sesuai dengan kondisi yang ada. “Kita harus tetap waspada dan responsif terhadap perkembangan ekonomi global yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah,” tegas Perry. (*)







