Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, semangat kemandirian tersebut diwujudkan dalam berbagai program strategis yang menyentuh dasar kehidupan rakyat. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis.
Selain itu, hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru yang membuat desa semakin mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar. Semua ini dibangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh.
Sejalan dengan pembangunan fisik dan ekonomi, pemerintah juga melakukan langkah besar dalam perlindungan generasi muda di ruang siber. Pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau dikenal sebagai PP TUNAS menjadi bukti nyata hadirnya negara.
Kebijakan ini resmi membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform berisiko tinggi, memastikan mereka tumbuh di lingkungan digital yang sehat dan aman.
Peringatan Harkitnas tahun ini menjadi panggilan serius bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menyalakan api “Boedi Oetomo”. Dengan menjadikan Asta Cita sebagai kompas perjalanan bangsa, diharapkan setiap langkah pembangunan mampu menghadirkan perubahan nyata.
“Mari kita perkuat solidaritas sosial dan literasi digital. Kebangkitan Nasional bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” tutup Bupati Effendi Sintong P. Napitupulu mengakhiri pidato.(CT)






