BI Perkuat Strategi 4K
Sebagai upaya menjaga stabilitas harga, KPwBI Pematangsiantar bersama TPID terus mengoptimalkan implementasi strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
“Pemantauan harga dilakukan secara rutin bersama pemerintah daerah, Perum Bulog, pengelola pasar, serta pelaku distribusi pangan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar”, papar Ahmadi.
Ditambahkannya, di sisi lain, pengembangan Early Warning System (EWS) Kota Pematangsiantar terus diperkuat agar potensi lonjakan harga dapat terdeteksi lebih dini, khususnya pada komoditas strategis seperti beras dan cabai rawit.
Program stabilisasi harga juga terus digencarkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), serta penguatan peran Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (TOPPS) yang difokuskan pada wilayah sampel Indeks Harga Konsumen (IHK) dan komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Perkuat Pasokan Melalui Kerja Sama Antardaerah
Sepanjang Juli 2026, KPwBI Pematangsiantar turut mengawal realisasi dua Kerja Sama Antardaerah (KAD), yakni antara Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Langkat serta Kabupaten Simalungun dengan Kabupaten Deli Serdang.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas pasokan pangan, mempertemukan daerah surplus dengan wilayah konsumen, serta meningkatkan efisiensi distribusi sehingga mampu menekan gejolak harga.
Selain itu, koordinasi pembentukan KAD antara Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar juga terus dipersiapkan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan regional.
Prospek Inflasi
“Ke depan, tantangan pengendalian inflasi diperkirakan masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global, risiko perubahan cuaca, serta potensi gangguan rantai pasok pangan”, jelasnya.
Karena itu, KPwBI Pematangsiantar bersama pemerintah daerah dan TPID berkomitmen memperkuat sinergi melalui optimalisasi Early Warning System, penguatan pasokan pangan, perluasan kerja sama antardaerah, serta peningkatan efektivitas distribusi dan komunikasi publik.
“Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, strategi 4K diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, mempertahankan daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah kerja Bank Indonesia Pematangsiantar”, tutup Ahmadi. ( dj )






