Di Kabupaten Labuhanbatu, inflasi terutama disumbang oleh ikan kembung sebesar 0,28%, tomat sebesar O,23% dan bawang merah sebesar 0,13%. Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar adalah cabai merah, emas perhiasan dan daging ayam ras.

“Dalam rangka menjaga pengendalian inflasi, KPwBI Pematangsiantar bersama TPID terus memperkuat koordinasi dan implementasi berbagai langkah strategis. Dari sisi kelembagaan, koordinasi rutin dilakukan melalui sejumlah pertemuan yang membahas penguatan infrastruktur pangan seperti cold storage, menindaklanjuti calon mitra Toko. Pengendali Inflasi (TOPIS) serta mendiskusikan isu nasional terkait kenaikan harga plastik dan bahan bakar minyak dengan kontribusi andil kenaikan harga ke depan”, papar Ahmadi.
Selain itu, dari sisi pengendalian ekspektasi, berbagai upaya komunikasi publik telah dilakukan untuk menjaga keyakinan masyarakat, antara lain melalui siaran pers inflasi secara berkala, pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) pasar untuk memastikan ketersediaan barang terutama pada komoditas minyak goreng, serta penayangan Iklan Layanan Masyarakat yang memuat imbauan belanja bijak serta edukasi penggunaan kantong belanja ramah lingkungan guna meminimalisir penggunaan plastik di tengah kenaikan biaya material plastik saat ini.
Menurutnya peningkatan kapasitas TPID juga terus dilakukan melalui kegiatan pelatihan internal lintas wilayah yang melibatkan seluruh anggota TPID se-wilayah Kerja KPwBI Pematangsiantar, guna observasi langsung ke lapangan dalam pengelolaan fasilitas secara efektif dan penerapan sinergi TPID championship dalam upaya menekan angka inflasi kepada seluruh anggota TPID se-wilayah kerja KPwBI Pematangsiantar.
“Intervensi langsung di lapangan turut diperkuat melalui pelaksanaan Pasar Murah, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang dilakukan secara masif di berbagai titik strategis. Pada Bulan April 2026, telah dilaksanakan kali kegiatan GPM dan 3 kali FDP yang terfokus di sejumlah titik kecamatan, program ini dirancang untuk memastikan akses pangan yang lebih dekat dan inklusif bagi masyarakat di tingkat kecamatan”, tegas Ahmadi.
Ke depan KPwBI Pematangsiantar bersama TPID akan terus berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. KPWBI Pematangsiantar bersama TPID akan terus memastikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) berjalan secara konsisten setiap hari Senin dan Selasa, dengan prioritas utama pada wilayah Kota Indeks Harga Konsumen (HK).
“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, stabilitas harga diharapkan dapat terus terjaga guna mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sebagai bagian dari mandatnya, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai rupiah serta berkontribusi dalam pengendalian inflasi melalui penguatan koordinasi kebijakan dengan pemerintah pusat dan daerah untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat”, tutupnya. ( dj )






