“Selain pemeriksaan dan olah TKP di lokasi kejadian, dari kordinasi dan konfirmasi yang kita terima dari tim dokter forensik menyebutkan bahwa tidak di temukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban”, tambah nya.
Meski demikian AKP Herison Manullang menyampaikan, bahwa penyidikan masih terus berlanjut menunggu hasil otopsi dan visum et repertum dari pihak rumah sakit dan melakukan gelar perkara guna menentukan penyebab kematian korban.
“Penyidikan masih berlanjut, kita juga telah memintai keterangan sejumlah saksi lainnya , paman korban dan rekan rekan korban di sekolah. Sedikitnya enam saksi telah di periksa petugas”, papar nya lagi.

- Dr Joko Harianto Siringo Ringo , dokter fungsional Forensik RSUD DR DJasamen Saragih Kota Pematangsiantar
Terpisah, Dr Joko Harianto Siringo Ringo selaku dokter fungsional Forensik Rsud Dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, yang melakukan otopsi terhadap jasad korban menyebutkan tidak menemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.
“ Dari hasil otopsi yang di lakukan bahwa tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau pukulan benda tumpul di tubuh korban. Namun untuk lebih konkritnya lagi masih menunggu hasil laboratorium atas sample yang telah di kirimkan ke laboratorium”, papar nya.
Sebelumnya, warga Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara mendadak di gegerkan dengan kasus tewasnya seorang pelajar SMP kelas IX SMP, korban di ketahui Frans Stefenly, ditemuan tewas menggenaskan di kamar tidur rumah kediamannya, di Jalan Veteran, Kelurahan Perdagangan, pada Rabu Siang (06/08/2025) kemarin.
Saat ditemukan korban mengenakan celama pendek berwarna putih, dan kaos putih biru lengan panjang, kondisi kedua tangan korban nyaris seperti terikat di belakang tubuhnya, sementara seluruh wajah korban tertutup plastik. (dj)






