Dalam sesi rapat yang berlangsung intens, Wakil Bupati Toba menyampaikan komitmen tinggi masyarakat setempat terhadap pendidikan. Mengutip filosofi Batak, ia menegaskan, “Anakhon Hi do Hamoraon di Au” yang berarti anak adalah harta paling berharga.
“Jadi semiskin apapun kami, kami akan terus berusaha menyekolahkan anak kami. Karena itu kami sangat butuh dukungan dan perhatian Bapak-Ibu,” ujar Audi Murphy Sitorus dengan penuh harap.
Fokus pembahasan dalam pertemuan ini mencakup isu strategis mulai dari pendidikan, pemuda dan olahraga, pariwisata, kebudayaan, hingga ekonomi kreatif.
Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati menyatakan bahwa seluruh data dan aspirasi yang diperoleh hari ini akan menjadi bahan penting dalam pembahasan legislasi dan pengawasan di tingkat pusat.
“Masukan dan data yang diperoleh dari kunjungan ini akan menjadi bahan penting dalam pembahasan legislasi dan pengawasan. Pihaknya berkomitmen untuk terus hadir dan mendengar suara rakyat demi kemajuan bangsa,” tegasnya.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi X lainnya, antara lain dr. Sofyan Tan, Bonnie Triyana, Denny Cagur, Melly Goeslaw, serta perwakilan kementerian terkait. Kegiatan ditutup dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama sebagai tanda sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah demi kesejahteraan masyarakat Toba.(CT)






