Setiap gerakan jari yang lincah memegang alat tenun tradisional menjadi bukti nyata dedikasi generasi muda terhadap budaya yang telah ada selama berabad-abad.
“Kami berharap perlombaan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga mampu menarik perhatian generasi muda untuk belajar dan mencintai seni tenun Batak Toba,” Tegas Jonni
Tidak hanya perlombaan, acara juga diperkaya dengan pameran hasil bumi dari setiap kecamatan, yang menyajikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dalam nilai estetika dan makna budaya di balik setiap kain tenun sirat tojuk.
Banyak pengunjung yang datang dengan antusias, tidak hanya untuk menyaksikan hasil karya peserta tetapi juga untuk bertanya tentang proses pembuatan dan filosofi yang terkandung dalam setiap motif yang dihasilkan. (CT)






