“Kami ingin melihat anak-anak Toba tidak hanya mahir IPTEK, akan tetapi juga fasih manortor, merdu mengalunkan musik tradisional, dan bangga dengan budaya Batak. Itulah wajah pendidikan Toba,” tegasnya.
Pada momen bersejarah ini, Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru dan orang tua yang telah berdedikasi membimbing generasi penerus.
Ia mengajak untuk terus berinovasi mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam kurikulum, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan berkarakter.
Selain itu, penghargaan khusus diberikan kepada para pelajar yang berhasil lolos seleksi dan diterima di SMA Unggulan tingkat nasional, seperti SMA Taruna Nusantara, SMA Unggul Del, dan SMAN 2 Balige Asrama Yayasan Tunas Bangsa Soposurung.
“Terima kasih telah mengharumkan nama Kabupaten Toba. Kalian telah perdengarkan nama daerah ini di tingkat nasional. Setelah sukses nanti, jangan lupa membangun Toba,” pesan Bupati.
Acara peringatan ditutup dengan meriah melalui pentas seni yang tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat, melainkan manifestasi nyata pendidikan karakter.
Ribuan pelajar tampil dalam berbagai pertunjukan, mulai dari tari massal PAUD, tarian Sawan oleh 300 pelajar SMP, hingga berbagai lomba yang memamerkan kekayaan budaya dan kreativitas anak bangsa.(CT)






