“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh perwakilan asosiasi yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan mendorong kewirausahaan dan mengembangkan industri ekonomi kreatif yang dimulai dari asosiasi tentu akan ada arah kebijakan yang diusung mencakup penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kekayaan budaya dan intelektual, peningkatan produktivitas yang punya nilai tambah tinggi, dan pengembangan _hub_ atau klaster ekraf untuk jadi mesin pertumbuhan baru berkelanjutan serta inklusif,” ujar Menekraf Riefky di hadapan perwakilan 61 asosiasi dari masing-masing subsektor ekraf di Indonesia
Hadir pula dalam acara tersebut yaitu Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Ari Permana, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah Khusus Jakarta Andika Permata, serta Ferry Irawan selaku Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian.
“Tahapan transformasi ekonomi akan semakin didominasi kelas menengah. Mereka memiliki peranan besar dalam menopang sektor ekonomi kreatif di tengah tantangan ekonomi yang ada di depan mata. Opsi pembiayaan asosiasi ekonomi kreatif serta skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa dimanfaatkan bagi para pelaku yang sudah punya sertifikasi profesi sebagai pegiat ekonomi kreatif,” kata Ferry Irawan.
Menekraf Riefky sendiri turut didampingi para pejabat Kemenekraf yaitu Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Dessy Ruhati, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas dan Budaya Yuke Sri Rahayu, serta Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu. ( dj )






