“Dia seorang pejuang sejati, anti penjajahan dan perbudakan. Ia tidak mau berkompromi dengan penjajah kendati ditawarkan menjadi Sultan Batak. Raja Sisingamangaraja XII memilih lebih baik mati daripada tunduk pada penjajah,” tegas Harizon Hutabarat.
Raja Sisingamangaraja XII akhirnya gugur sebagai kusuma bangsa pada tanggal 17 Juni 1907 di Aek Sibulbulon, Huta Sionom Hudon (kini Kabupaten Dairi), pada usia 62 tahun. Atas jasa dan pengorbanannya, Pemerintah RI menetapkan beliau sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 1961 melalui SK Presiden RI No. 590/1961.
Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronal Tampubolon didampingi Bupati Toba serta jajaran Forkopimda melakukan prosesi peletakan karangan bunga dan penaburan bunga di makam beliau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua TP PKK Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu br Simanjuntak, Sekda Toba Paber Napitupulu, Ketua DPRD Franshendrik Tambunan, Kabagren Polres Toba Kompol Marhalam Napitupulu, Ketua PN Balige Anita Silitonga, Karutan Balige Valen Rumbia, serta Jaksa Fungsional Jeremy SH.
Upacara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan sejarah, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air kepada generasi muda.(Chris)






