Pukul 09.00 WIB, tim Basarnas mulai menggunakan alat pendeteksi tubuh manusia di dalam air. Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo dari UNIKA ST Medan bersama keluarga di lokasi kejadian.
Saat tim penyelam melakukan penyelaman pukul 10.40 WIB, ditemukan kondisi perairan yang cukup ekstrem. Terdapat palung atau cekungan di dasar danau dengan kedalaman mencapai 105 meter dan diameter sekitar 30 meter, yang menyulitkan proses pencarian.
Meski telah dibantu tambahan tim penyelam dari PT Aqua Farm Nusantara dan pemerintah kecamatan, upaya tersebut masih membuahkan hasil nihil.
Sambil berharap ada keajaiban, orang tua korban bahkan melakukan tradisi meletakkan baju milik anaknya ke permukaan air sebagai permohonan agar jasad korban segera ditemukan. Pencarian juga dilakukan di sepanjang pinggiran danau hingga sore hari.
Hingga pukul 17.00 WIB, operasi pencarian pada hari ini terpaksa dihentikan sementara mengingat kondisi cuaca dan keterbatasan waktu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul, membenarkan bahwa hingga hari ketiga pencarian, korban masih belum ditemukan.
“Pencarian akan dilanjutkan kembali pada hari esok, Selasa, 15 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB,” ucap Sikkat.(CT)






