
Lebih lanjut Jimmy menyampaikan bahwa pada pelaksanaan konstruksi, Hamawas menghadapi sejumlah tantangan seperti kondisi tanah pasir di lapangan, sehingga dilakukan penanganan tanah dengan metode _soil replacement_ dengan menggunakan material tanah pengganti yang telah lolos uji laboratorium agar tercapainya kepadatan dan daya dukung tanah yang disyaratkan.
Tantangan lainnya yakni keberadaan tanah batu keras di beberapa titik memerlukan penggunaan alat berat seperti _breaker_ untuk mendapatkan elevasi yang diinginkan guna mendukung kelancaran proses penggalian sehingga percepatan konstruksi terus dilakukan.
Selain 2 (dua) gerbang tol, jalan tol ini juga dilengkapi dengan 2 (dua) simpang susun, 4 (empat) jembatan dan 7 (tujuh) overpass, serta memiliki lebar jalur sebesar 3,6 m dengan jumlah lajur 2×2 yang akan menambah kenyamanan pengguna jalan tol. Gerbang Tol Simpang Panei juga mengadopsi kearifan lokal dengan menampilkan Pinar Uluni Horbou yang merupakan patung kepala kerbau menjadi ikon dan simbol serta budaya dari masyarakat yang ada di Kabupaten Simalungun.
“Dalam pembangunan Seksi 4 ini, Hamawas berkomitmen memberikan hasil terbaik sehingga kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan Ruas Tol Sinaksak – Simpang Panei ini dapat segera rampung agar memberikan manfaat dan konektivitas yang cepat kepada masyarakat,” tutup Jimmy Leonard, Direktur Teknik Hamawas.
Sebelumnya, Hamawas telah menyelesaikan sebagian Seksi 3 Junction Tebing Tinggi – Interchange Dolok Merawan, serta sebagian Seksi 4 Interchange Dolok Merawan – Interchange Sinaksak dan telah beroperasi secara penuh pada tahun 2024. ( dj )






