Beragam penampilan menarik turut memeriahkan acara, mulai dari vokal grup, peragaan busana, tarian tradisional, tarian modern, hingga pertunjukan komedi tunggal (stand up). Seluruh penampilan yang ditampilkan merupakan hasil pembelajaran dari mata pelajaran Seni Budaya, yang dikemas secara kreatif dan penuh makna.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, semangat belajar siswa semakin membara dan kreativitas mereka terus tumbuh. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolah kami,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Porseni, Candri Damanik, S.Pd., menekankan pentingnya peran sekolah dalam melestarikan kekayaan budaya daerah. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu meningkatkan rasa cinta dan apresiasi siswa terhadap seni serta warisan budaya yang ada di lingkungan sekitar.
“Porseni bukan sekadar ajang tampil, melainkan tempat untuk mengeksplorasi bakat yang selama ini mungkin masih terpendam. Sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisional agar tidak hilang tergerus zaman,” ujar Candri.
Ia juga berharap kegiatan positif ini dapat terus dijadikan agenda rutin tahunan. Dengan begitu, setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk menyalurkan minat dan bakatnya, serta siap berkarya dan berkembang baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.(Sakeus Tarigan)






