Amadi menyebutkan selama kegiatan Marpesta Kuliner total transaksi penjualan UMKM mencapai angka 200 Juta Rupiah, selanjutnya dari Marpesta Sembako – Gerakan Pangan Murah, total sebanyak lima ratus orang telah bertransaksi dan 660 paket minyak dan telur gratis bagi yang bayar pakai QRIS terjual. “Angka ini sangat fantastis dan semoga dapat menjadi sumber perputaran ekonomi bagi masyarakat,” sebut Ahmadi.
Sementara itu dari pelaksanaan Siantar QRIS Run, lari sehat bersama komunitas Siantar Runners yang memadukan olahraga, semangat kebersamaan, dan edukasi transaksi digital yang diikuti oleh 1080 peserta dari berbagai wilayah di luar Pematangsiantar (Medan, Samosir, Labuhanbatu Utara, dan lainnya) yang wajib bertransaksi menggunakan QRIS dalam pendaftarannya.
“Total transaksi peserta yang mendaftar diperkirakan mencapai angka 500 juta rupiah. Hal ini sangat baik untuk memacu perekonomian masyarakat,” tambahnya lagi.
Ia juga mengapresiasi peran serta masyarakat dalam program Doni Si Kris. Program ini adalah aksi sosial pengumpulan donasi dengan menukarkan botol plastik bekas, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program sosial. Selama 3 hari, berhasil mengumpulkan 19 ribu sampah botol plastik untuk didaur ulang dan tentunya terdapat 19 ribu transaksi QRIS dalam 3 hari.

Sementara itu, program menarik lainnya yaitu Gerakan Cinta Koin, merupakan fasilitas penukaran uang logam sebagai bagian dari gerakan cinta dan bangga menggunakan rupiah. Selama 3 hari terdapat 22.246 keping koin. Kemudian layanan penukaran uang rupiah layak edar selama 2 hari terdapat 159 orang penukar dengan total nominal penukaran sebanyak 330 Juta Rupiah. Serta fasilitas mewarnai dan pojok baca yang dibuka selama 3 hari dan dihadiri oleh ratusan anak-anak untuk meningkatkan kreatifitas dan literasi membaca pada generasi penerus kota Pematangsiantar.
“Malam hari ini merupakan penutup kegiatan Marpesta QRIS 2025 yang sangat baik dan inovatif yang kita harapkan dapat menjadi momentum penting dalam mendorong ekosistem digitalisasi sistem pembayaran di Kota Pematangsiantar, serta tentunya akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” tutupnya. (dj)






