“Keduanya sempat terlibat hingga saling baku dorong, membuat tersangka Zainal kemudian spontan mengeluarkan pisau yang dibawanya dan langsung menikam perut korban,” ujar AKP Ghulam Yanuar Luthfi.
Melihat kondisi korban tergeletak berlumuran darah, para pengunjung warung tuak tersebut pun langsung melarikan korban ke rumah sakit, namun tak lama setelah tiba di RS, korban dinyatakan meninggal dunia.
“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa korban mengalami luka tusuk di bagian antara dada dan perut serta lengan kiri dekat bahu. Pelaku ZS yang melarikan diri setelah kejadian tersebut kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian. Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diautopsi guna memastikan penyebab kematiannya”, papar Ghulam kembali.
Kasus ini memicu keprihatinan mendalam dari Polres Simalungun. Dalam keterangannya, AKP Ghulam Yanuar Lutfi menekankan pentingnya masyarakat untuk menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, terutama di tempat umum. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membawa senjata tajam, terutama di tempat-tempat umum seperti warung atau tempat hiburan, karena dapat berpotensi menimbulkan konflik yang berujung pada kekerasan,” ujarnya. (dj)






