Menurut Edwin, tenaga terlatih ini nantinya bertugas memberikan penyuluhan maupun informasi sekaligus membantu para ibu jika mengalami masalah pada saat menyusui.
“Dengan edukasi dan konseling menyusui diharapkan ibu hamil lebih siap menyusui anaknya yang baru lahir, sekaligus memberikan dukungan kepada para ibu yang baru melahirkan agar segera menyusui anak nya yang baru lahir,”jelas Edwin.
“Kami juga berharap agar para ibu pasca melahirkan tetap bersama sepanjang hari dengan anaknya dan memperhatikan bagaimana menyusui dengan benar,”kata Edwin menambahkan.
Selanjutnya Edwin menyampaikan, konseling juga dapat membantu para ibu yang sedang menyusui ketika menghadapi masalah dalam menyusui anaknya.
“Konseling ini juga membantu para ibu mengatasi masalah dalam menyusui anaknya dan memberikan penekanan kepada para ibu bahwa menyusui memberikan perlindungan, kenyamanan serta makanan terbaik bagi bayi sangat penting,”sebut Edwin.
Disampaikan Edwin, Konseling menyusui merupakan kegiatan intervensi kesehatan masyarakat yang efektif untuk meningkatkan angka pemberian ASI, mulai inisiasi menyusui dini hingga pemberian ASI secara eksklusif.
“Dan juga membantu mempertahankan menyusui anak hingga 2 (dua) tahun atau lebih, yang berkontribusi dalam upaya percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Simalungun,”ujar Edwin. ( dj)






