Selain itu, High Level Meeting (HLM) TPID Kota Pematangsiantar juga telah dilaksanakan untuk memperkuat komitmen pengendalian inflasi menjelang ldul Fitri. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai langkah strategis, termasuk memastikan kecukupan stok dan kelancaran distribusi bahan pokok, realisasi program contract farming, serta penguatan infrastruktur pendukung seperti cold storage.
Upaya pengendalian inflasi juga diperkuat melalui kolaborasi kegiatan SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah ldul Fitri) yang disinergikan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Adam Malik, Kota Pematangsiantar. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga melalui penyediaan bahan pangan derngan harga terjangkau sekaligus mengurangi tekanan permintaan di pasar tradisional.
Ke depan, tekanan inflasi diperkirakan masih berlanjut pada Maret 2026 seiring semakin dekatnya periode ldul Fitri. Selain faktor musiman, dinamika global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, berpotensi memengaruhi harga komoditas energi dan biaya distribusi yang dapat memberikan dampak lanjutan terhadap harga domestik.
Menurutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar bersama TPID akan terus memperkuat koordinasi dan konsistensi pelaksanaan program pengendalian inflasi, termasuk optimalisasi Gerakan Pangan Murah, penguatan kerja sama antar pelaku usaha dan daerah, serta monitoring perkembangan harga secara rutin.
KPwBI Pematangsiantar berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah melalui pengendalian inflasi, stabilisasi nilai tukar, serta penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. ( dj )






