“Mulai dari Panribuan Juluan hingga Panribuan Jahean telah diperbaiki oleh pemerintah, akan tetapi ruas jalan ini mulai dari Panribuan Jahean hingga Saranpadang merupakan jalan provinsi,”jelas Ratnawati.
Ratnawati mengatakan bahwa, Pemkab Simalungun hanya bisa menyampaikan permohonan kepada pemerintah provinsi untuk perbaikan jalan tersebut, yang tidak bisa dianggarkan di APBD Kabupaten Simalungun.
“Inilah yang selalu diupayakan oleh bapak bupati kita kepada pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat, agar bagaimana semua jalan yang rusak di Kabupaten Simalungun ini dapat diperbaiki,”ujarnya.
Sementara itu, Bupati Simalungun dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Esron Sinaga menyampaikan bahwa Gerakan Marharoan Bolon merupakan gerakan yang berkelanjutan.
“Gerakan Marharoan Bolon ini tidak muncul seketika, ini adalah suatu gerakan pembangunan yang berkelanjutan, dan ini diusung oleh bapak Bupati kita untuk menyikapi keterbatasan anggaran,”ujar Esron.
Untuk itu, Esron berharap partisipasi aktif dari seluruh masyarakat dan juga harus ada kolaborasi, serta bersama-sama dengan pemerintah bergotong royong untuk memajukan Kabupaten Simalungun.
“Tidak perlu berupa uang, akan tetapi boleh berupa material seperti semen, pasir ataupun batu, ataupun tenaga agar semua jalan kita dapat dilalui,”kata Esron.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat agar tetap melaksanakan marharoan bolon ini, mulai dari rumah masing-masing, huta atau dusun, nagori hingga kecamatan, mari kita tingkatkan kepedulian kita agar kecamatan Dolok Silau ini semakin maju,”pungkas Esron.
Kegiatan Haroan bolon di kecamatan Dolok silau dirangkai dengan pemberian berbagai bantuan dari Pemkab Simalungun kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, Pemkab Simalungun juga memberikan bantuan beras, gula, susu kepada lansia dan membagikan benih padi kepada masyarakat 14 nagori Kecamatan Dolok silau dan bantuan sarana pendukung kepada pelaku UMKM. ( Sakeus )






