djeNews.co – Pematangsiantar
Perkembangan inflasi di wilker KPwBI Pematangsiantar pada periode September 2025, Kota Pematangsiantar 0,47% (mtm); 4,51% (ytd); 5,84% (yoy);
Kab. Labuhanbatu 1,15% (mtm); 4,26% (ytd); 6,38% (yoy), Sumatera Utara 0,65% (mtm); 3,60% (ytd); 5,32% (yoy), dan Nasional 0,21% (mtm); 1,82% (ytd); 2,65% (yoy).
Pada September 2025, tekanan inflasi di Kota Pematangsiantar sudah mengalami penurunan dengan capaian inflasi sebesar 0,47% (mtm) dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 1,21% (mtm). Selain itu, Kabupaten Labuhanbatu pada September 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 1,15% (mtm), mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengalami inflasi 2,09% (mtm).

Hal ini diungkapan Ahmadi Rahman selaku Kepala KPW Bank Indonesia , Kamis ( 2 /10/2025 ) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar.
“Untuk Komoditas dengan andil inflasi bulanan terbesar Kota Pematangsiantar, Cabai Merah 0,50%, Emas Perhiasan 0,09%, Cabai Hijau 0,07%. Sementara komoditas dengan andil deflasi bulanan terbesar Kota Pematangsiantar, terdapat Bawang Merah -0,20%, Beras-0,12%, dan Buncis -0,03%” , sebut Ahmadi Rahman.
Selanjutnya, bila dibandingkan dengan wilayah Kabupaten Labuhanbatu, komoditas dengan andil inflasi bulanan terbesar Kabupaten Labuhanbatu, Cabai Merah 0,99%, Emas Perhiasan 0,11%, Tomat 0,10%.
Sementara itu, komoditas dengan andil deflasi bulanan terbesar Kabupaten Labuhanbatu adalah bawang Merah -0,21%, Kacang Panjang -0,05%, Sawi Putih/Pecay/Pitsai -0,04%.
“Pada September 2025 masih terjadi inflasi yang disumbang oleh kenaikan harga komoditas pangan strategis, yaitu cabai merah. Kenaikan harga komoditas hortikultura dimaksud dikarenakan pasokan yang terbatas di wilayah Sumatera Utara karena pada Bulan September ini telah melewati periode waktu panen, khususnya di wilayah sentra produksi seperti Simalungun, Karo dan Batubara. Ditambah lagi faktor cuaca, biaya produksi, dan ketidakseimbangan pasokan-permintaan menjadi pemicu utama inflasi di bulan September”, paparnya.
Guna melakukan upaya Pengendalian Inflasi di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu, KPwBI Pematangsiantar telah melakukan berbagai kegiatan di gelar diantaranya, dengan melakukan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di SISIBATASLABUHAN.






