djeNews.co – Pematangsiantar
Keindahan alam Danau Toba kembali menjadi panggung bagi perhelatan musik dan budaya bertaraf Internasional melalui Samosir Music International (SMI) 2026 yang di gelar pada 2 hingga 4 Juli 2026 di Open Stage Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Mengusung tema “Rising from Disaster”, festival ini hadir sebagai simbol kebangkitan, harapan, dan persatuan melalui kekuatan seni dan budaya, sebagai simbol kebangkitan masyarakat Sumatera Utara.
Menurut Inisiator SMI, Henry Manik pada sesi temu pers di Kafe Bahagia, Kota Pematang Siantar, Kamis (02/07/26) menyebutkan terdapat 600 sampai 700 pelaku seni yang mengisi SMI tahun 2026.

Memasuki tahun penyelenggaraan yang kedelapan, Samosir Music International tidak sekadar menjadi festival hiburan. Ajang ini telah berkembang menjadi ruang kolaborasi lintas bangsa yang mempertemukan musisi lokal, nasional, hingga mancanegara dalam satu panggung yang berpadu harmonis dengan panorama Danau Toba, salah satu destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini diharapkan hadir sebagai simbol kebangkitan, harapan, dan persatuan melalui kekuatan seni dan budaya. Para pengunjung disuguhkan pertunjukan musik berkualitas internasional yang dipadukan dengan kekayaan budaya Batak.
Berbagai penampilan tari tradisional, pertunjukan seni, kuliner khas daerah, hingga kegiatan kreatif masyarakat menjadi bagian dari festival yang mengangkat identitas budaya lokal ke panggung global.
“Tema “Rising from Disaster” merefleksikan semangat masyarakat Sumatera untuk bangkit dari berbagai tantangan dan bencana yang pernah melanda. Melalui musik, seni, dan budaya, festival ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan optimisme, mempererat persaudaraan, sekaligus membangun kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sebutnya.
Lebih dari sekadar konser, Samosir Music International 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan sosial dan budaya, termasuk workshop kreatif, atraksi budaya, festival kuliner, hingga kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dan wisatawan. Kehadiran rangkaian acara tersebut mempertegas komitmen penyelenggara dalam menghadirkan festival yang inklusif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.
Samosir Music International telah menjadi salah satu agenda pariwisata unggulan di kawasan Danau Toba dan terus memperkuat citra Kabupaten Samosir sebagai destinasi wisata kelas dunia. Dengan memadukan kekayaan budaya, kreativitas, dan keindahan alam, festival ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai ikon pariwisata Indonesia di mata dunia.

Sejumlah nama besar dipastikan akan meramaikan panggung SMI Festival, di antaranya Lyodra, serta kolaborasi spesial Bermarga Band yang digawangi oleh Posan Tobing, Viky Sianipar, Dorman Manik, dan Alex Hutajulu. Selain itu, Viky Sianipar Band juga akan tampil bersama Ogar Nababan dan Alsant Nababan.
Penampilan duet Dorman Manik dan Rani Simbolon bersama band turut menambah warna musikal festival ini. Tak ketinggalan, deretan penampil lainnya seperti Style Voice, Punkgoaran, Saut Situmorang, serta band – band lokal juga siap memeriahkan suasana.
SMI Festival 2026 juga menghadirkan kolaborasi internasional yang menarik. Musisi yang cukup dikenal di Belanda bersama grupnya, Maite Hontele y La Novia, dipastikan turut tampil.Mereka akan membawakan style musiknya yaitu Jazz Latin .Selain itu, musisi asal Jerman, Yonatan Pandelaki, serta Stephen Dominic Elery dari Inggris juga akan hadir dan berkolaborasi dengan Viky Sianipar Band, menghadirkan perpaduan musik lintas budaya yang unik.
“Salah satu konsep yang menjadi ciri khas SMI Festival adalah setiap artis yang tampil disarankan untuk membawakan minimal dua lagu Batak. Konsep ini menjadi bagian dari misi utama festival untuk memperkenalkan musik dan budaya Batak secara langsung kepada audiens yang lebih luas, baik dari dalam negeri maupun mancanegara”, ungkap Henry Manik .
SMI Festival 2026 akan diselenggarakan pada tanggal 2 –4 Juli 2026. Pada hari pertama, 2 Juli 2026, acara akan dibuka secara gratis untuk masyarakat. Program utama pada hari tersebut adalah pemberian pelayanan kesehatan gratis di area venue, serta pelaksana an operasi katarak gratis yang akan dilakukan di lokasi terpisah.
Sementara itu, pada tanggal 3 dan 4 Juli 2026, SMI Festival akan menerapkan sistem tiket bagi seluruh pengunjung. Setiap orang yang memasuki area festival diwajibkan memiliki tiket resmi. Pada dua hari ini, program utama akan difokuskan pada penampilan para artis yang telah diumumkan sebelumnya. Secara khusus, Lyodra dijadwalkan tampil pada malam hari tanggal 3 Juli 2026 sebagai salah satu penampil utama.
Dari sisi program budaya, persiapan terus dimatangkan dengan melibatkan masyarakat setempat. Salah satu highlight adalah tortor massal yang akan melibatkan partisipasi luas dari warga di lokasi penyelenggaraan festival. Selain itu, berbagai pertunjukan dar i sanggar seni juga tengah dipersiapkan untuk memperkuat nuansa budaya yang menjadi ciri khas SMI Festival.
SMI Festival tahun ini juga menghadirkan program baru bertajuk SMIRUN (SPORT LARI) yang diharapkan dapat menarik partisipasi lebih luas dari masyarakat. Program lain yang tak kalah menarik adalah Zumba Toba Nation, yang akan menghadirkan instruktur Zumba ternama, Dedy Sagita dari Medan, bersama para zin lokal dari wilayah Tuktuk.
Untuk melengkapi pengalaman pengunjung, SMI Festival juga menghadirkan Food Plaza yang melibatkan pelaku UMKM lokal dan juga dari luar daerah, dengan berbagai pilihan makanan dan minuman. Kehadiran program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkaya pengalaman kuliner pengunjung.
“ Ini menjadi bukti konsistensi dan kualitas festival yang telah diakui secara nasional selama beberapa tahun berturut – turut. Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, SMI Festival 2026 optimistis akan menjadi salah satu event unggulan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal” tutup Henry Manik. ( dj )








