djeNews.co – Pematangsiantar
Rahayu resmi memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pematangsiantar periode 2026-2029. Dalam konferensi yang digelar di Batavia Hotel Pematangsiantar, Jumat (14/8/2026), Rahayu menang telak dengan perolehan 16 suara.
Rahayu mengungguli rivalnya, Agus M. Siahaan, yang hanya memperoleh dua suara dari total 18 suara sah dalam rapat pleno pemilihan Ketua PWI Kota Pematangsiantar.
Kemenangan tersebut sekaligus menandai babak baru kepemimpinan PWI Pematangsiantar untuk tiga tahun ke depan.
Rahayu menggantikan Surati yang telah memimpin PWI Kota Pematangsiantar selama dua periode dan tidak lagi dapat mencalonkan diri karena ketentuan periodesasi organisasi.
Konferensi PWI Kota Pematangsiantar ke-8 tahun 2026 mengusung tema “Bersama PWI Wujudkan Profesionalisme Pers yang Bermartabat di Era Digital.”
Ketua Panitia Konferensi PWI Kota Pematangsiantar, Roida Siahaan, mengatakan konferensi menjadi momentum penting untuk memilih ketua dan jajaran kepengurusan periode 2026-2029.
Berdasarkan data PWI Sumatera Utara, terdapat 21 anggota PWI Kota Pematangsiantar. Sebanyak 18 anggota memiliki hak memilih dan dipilih, sementara tiga lainnya berstatus peninjau. Roida berharap seluruh tahapan konferensi berlangsung tertib, lancar dan demokratis.
Ketua PWI Sumatera Utara, H. Farianda Putra Sinik, SE, meminta seluruh peserta menjaga proses demokrasi organisasi agar tetap sehat.
Farianda menegaskan setiap anggota yang memenuhi persyaratan harus diberikan kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri. “Siapa yang berhak maju, silakan maju. Jangan pernah kita halangi.”
Ia juga mengingatkan agar proses pemilihan tidak diwarnai fitnah, intimidasi maupun perundungan.
Menurut Farianda, perbedaan pilihan dalam organisasi merupakan hal biasa. Yang terpenting, seluruh anggota tetap menjaga persaudaraan dan kekompakan.
Farianda turut mengapresiasi PWI Pematangsiantar yang dinilai memiliki warna tersendiri di jajaran PWI Sumatera Utara, termasuk kiprah perempuan dalam kepemimpinan organisasi.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa PWI Pematangsiantar semakin solid dan berkembang.
Sementara itu, Ketua PWI Pematangsiantar periode 2023-2026, Surati, mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyukseskan konferensi.
Surati menyebut dua periode kepemimpinannya menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi. Karena telah menjabat dua periode, dirinya tidak dapat kembali mencalonkan diri.
Sebelum menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan, Surati berpesan agar pengurus baru melanjutkan berbagai program positif yang belum terselesaikan.
Ia juga meminta seluruh wartawan menjadikan PWI sebagai rumah besar yang mampu mempererat hubungan antaranggota hingga keluarga.
“Anggaplah PWI itu rumah besar wartawan, bukan hanya wartawan tetapi beserta keluarganya.
Mewakili Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, Subrata Nata Lumbantobing, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan konferensi tersebut.
Menurutnya, konferensi PWI bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, berimbang dan bertanggung jawab.
Pers, kata dia, memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, wartawan diminta tetap berpegang pada kode etik jurnalistik, melakukan verifikasi informasi dan menyajikan pemberitaan yang memberikan manfaat bagi publik. “Pemerintah Kota Pematangsiantar membutuhkan kritik, masukan dan kontrol dari pers.”
Pemko Pematangsiantar berharap sinergi dengan insan pers terus diperkuat demi mendukung pembangunan Kota Pematangsiantar.
Kepada Rahayu, Pemko menyampaikan ucapan selamat dan berharap kepengurusan PWI periode 2026-2029 semakin solid, profesional serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia pers dan pembangunan daerah.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Rahayu menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PWI Pematangsiantar dan jajaran PWI Sumatera Utara.
Rahayu menegaskan kemenangan 16 suara bukan semata-mata kemenangan dirinya, melainkan hasil dukungan anggota PWI Pematangsiantar.
“Apapun ceritanya, saya ini bukan ketua sendiri. Kalian semua yang mendukung saya. Saya berharap kita semua di PWI bisa guyub.”
Rahayu juga meminta dukungan dan bimbingan para senior dalam menjalankan amanah selama tiga tahun ke depan.
Ia berkomitmen melanjutkan program-program positif yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.
Menurutnya, kantor PWI Pematangsiantar harus menjadi rumah bersama yang aktif dan diisi berbagai kegiatan positif.
Semangat kebersamaan juga menjadi salah satu fokus kepemimpinannya.
“Berbagi itu tidak akan membuat kita miskin, tetapi akan membuat berkah kita.”
Rapat pleno pemilihan menjadi puncak Konferensi PWI Kota Pematangsiantar 2026. Dua kandidat bersaing dalam pemilihan, yakni Agus M. Siahaan dan Rahayu.
Dari 18 suara sah, Rahayu memperoleh 16 suara, sementara Agus M. Siahaan memperoleh 2 suara.
Dengan hasil tersebut, Rahayu resmi mendapat mandat memimpin PWI Kota Pematangsiantar periode 2026-2029.
Konferensi turut dihadiri unsur Forkopimda dan jajaran terkait, di antaranya perwakilan Wali Kota Pematangsiantar, perwakilan Dandim, perwakilan Kapolres Pematangsiantar, perwakilan Kejari, jajaran PWI Sumatera Utara, wartawan serta para senior PWI.
Kini, tantangan sesungguhnya bukan lagi memenangkan pemilihan, melainkan membuktikan amanah tersebut melalui kepengurusan yang solid, profesional dan mampu menjaga marwah pers di tengah derasnya arus informasi era digital. ( dj )






