Masih menurut Ahmadi Rahman, upaya dalam pengendalian inflasi di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu, telah dilakukan beberapa kegiatan, diantaranya Koordinasi Virtual dengan TPID Pematangsiantar dan Kemendagri.
Selanjutnya, KPwBI Pematangsiantar Pemerintah Kota Pematangsiantar mengikuti Rapat Koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan secara virtual dari Command Centre Pemko Pematangsiantar.
“Kegiatan ini membahas percepatan realisasi belanja daerah sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi, serta langkah pengendalian harga beras guna memastikan stabilitas pasokan dan menjaga daya beli masyarakat. Melalui Rakor ini, Pemko Pematangsiantar menerima arahan untuk memperkuat koordinasi dan percepatan kebijakan di daerah demi menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan”, ungkapnya.
Selain hal tersebut, FG TPID Kota Pematangsiantar telah melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar sebagai upaya memperkuat koordinasi dan strategi pengendalian inflasi di daerah.
Kegiatan ini disebutkannya guna menyamakan persepsi, mengidentifikasi potensi permasalahan, serta merumuskan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, sekaligus mendorong penguatan ketahanan pangan dan daya beli masyarakat.
“Melalui FGD ini diharapkan terbentuk sinergi yang lebih efektif antar perangkat daerah dan stakeholder terkait dalam pelaksanaan program pengendalian inflasi di Kota Pematangsiantar” paparnya.
Sementara untuk wilayah Labuhan Batu, pada tanggal 10 September 2025, telah dilakukan HLM TPID Kabupaten Labuhanbatu, dimana kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu dalam upaya pengendalian inflasi di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Dalam Kegiatan ini didapatkan kesepakatan untuk terus melakukan Kegiatan Pasar Murah dan GPM pada hari Senin dan Selasa setiap minggunya.
“Kedepan, tekanan inflasi diperkirakan kembali akan menurun pada November 2025. Di prediksi curah hujan di Sumatera Utara diperkirakan masih akan terus bertambah sehingga berdampak pada hasil panen petani yang meningkat menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya penurunan tekanan inflasi di periode mendatang”, tutupnya. (dj)






