djeNews.co – Pematangsiantar
Perkembangan Inflasi Kota Pematangsiantar Periode Oktober 2025, -0,31% (mtm); 4,19% (ytd); 5,10% (yoy). Sementara untuk Kabupaten Labuhanbatu sebesar -0,43% (mtm); 3,82% (ytd); 5,78% (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman saat ditemui pada Senin (03/11/2025) menyampaikan, untuk Sumatera Utara sendiri -0,20% (mtm); 3,39% (ytd); 4,97% (yoy), dan Nasional 0,28% (mtm); 2,10% (ytd); 2,86% (yoy).
Disebutkan nya, pada Oktober 2025, tekanan inflasi di Kota Pematangsiantar sudah mengalami penurunan dengan capaian deflasi sebesar -0,31% (mtm) dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,47% (mtm).
Selain itu, Kabupaten Labuhanbatu pada Oktober 2025 tercatat mengalami deflasi sebesar -0,43% (mtm), mengalami penurunan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mengalami inflasi 1,15% (mtm).

Inflasi Kota Pematangsiantar
Komoditas dengan andil deflasi bulanan terbesar Kota Pematangsiantar diantaranya, Bawang Merah -0,15%, Cabai Hijau -0,09%, Beras -0,07%.
Sementara komoditas dengan andil inflasi bulanan terbesar Kota Pematangsiantar didominasi Emas Perhiasan 0,29%, Cabai Merah 0,04%, dan Wortel 0,03%.
Untuk wilayah Kabupaten Labuhanbatu, komoditas dengan andil inflasi bulanan terbesar Kabupaten Labuhanbatu, disominasi Cabai Merah 0,59%, Emas Perhiasan 0,33%, dan Wortel 0,09%.
Sementara untuk komoditas dengan andil deflasi bulanan terbesar Kabupaten Labuhanbatu, di dominasi Cabai Rawit -0,32%, Bawang Merah -0,23%, dan Ikan Dencis -0,17%.
“Pada Oktober 2025 terjadi deflasi yang disumbang oleh penurunan harga komoditas pangan strategis, yaitu bawang merah. Penurunan harga komoditas hortikultura dimaksud dikarenakan pasokan yang mulai meningkat di wilayah Sumatera Utara karena pada Bulan Oktober ini telah memasuki periode masa panen”, kata Ahmadi Rahman .
Dikatakannya, secara keseluruhan, kombinasi dari faktor cuaca, biaya produksi, dan keseimbangan pasokan-permintaan menjadi pemicu utama deflasi di bulan Oktober.






