Sementara Oppung Berkah Coffee memperkenalkan kopi Simalungun melalui program Cangkir Nusantara, bersanding dengan kopi unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman pada hari Kamis (27/08/26) menegaskan, pengembangan UMKM menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi daerah.
Menurutnya, pendampingan UMKM tidak berhenti pada peningkatan kualitas produk, tetapi diarahkan pada penguatan merek, digitalisasi, pembiayaan dan pembukaan akses pasar yang lebih luas.
“Fokusnya bukan sekadar tampil di pameran, tetapi bagaimana UMKM mendapatkan akses pasar, pembiayaan dan peluang transaksi yang konkret.”
Keberhasilan Takoma Coffee menjajaki ekspor ke Dubai menjadi salah satu bukti bahwa produk daerah memiliki peluang bersaing di pasar internasional.
KKI 2026 sekaligus menegaskan bahwa produk lokal memiliki potensi ekonomi besar ketika didukung inovasi, kualitas, branding dan jaringan pasar.
Dari Simalungun ke Dubai, kopi lokal kini mulai menapaki pasar global. Semangat “Beudaya Meusare Sare”, berdaya bersama, menjadi pengingat bahwa UMKM tidak cukup hanya tumbuh. Mereka harus bangkit, tangguh dan berdaya saing”, tutupnya. ( dj )






