Situasi semakin rumit seiring dengan adanya pergantian pimpinan di lingkungan Kominfo Toba. Bastian yang kembali mendatangi bengkel setelah adanya serah terima jabatan (sertijab) tetap mendapatkan jawaban yang sama.
Saat dikonfirmasi, mantan Kepala Dinas Kominfo, Sesmon Butar-butar, enggan berkomentar banyak dan mengalihkan tanggung jawab. “Langsung saja ke Kepala Bidang dan Pengurus barang. Karena kami sudah sertijab,” singkatnya melalui pesan WhatsApp.
Kondisi ini memancing reaksi dari Kontrol Sosial Prengki Silitonga yang menyoroti masalah tersebut. Ia menilai mantan Kepala Dinas harus bertanggung jawab penuh atas utang yang menumpuk.
“Biaya yang belum dilunasi mencapai sekitar Rp59 juta. Mantan Kadis tidak boleh begitu saja pergi dan meninggalkan ‘luka’ atau beban utang yang memberatkan dinas,” tegas Prengki.
Tidak hanya di satu bengkel, informasi yang dihimpun juga menyebutkan bahwa mantan Kepala Dinas tersebut juga meninggalkan utang di bengkel lain.
Hingga berita ini diturunkan, nasib kendaraan dinas BB 1044E masih belum jelas kapan bisa kembali ke kantor dinas, sementara beban utang yang menggunung menjadi masalah serius yang harus diselesaikan oleh pengurus barang dan pimpinan baru.(CT)






