Menerima keputusan tersebut dengan hati yang berat, keluarga korban akhirnya merelakan kepergian buah hati mereka untuk selama-lamanya di perairan Danau Toba.
Dengan suara terbata-bata menahan tangis, ayah korban, Irminus Setir (50), didampingi sang ibu Nuriani Boru Simbolon, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu membantu selama satu minggu terakhir.
“Hanya rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga buat saudara-saudara semua. Keterlibatan kalian semua adalah kebanggaan luar biasa bagi keluarga kami yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata,” ucap Irminus.
Ia pun menyebutkan rasa bangga atas bantuan yang diberikan mulai dari instansi resmi hingga masyarakat umum. “Terima kasih kepada Basarnas, BPBD Kabupaten Toba, TNI AL, Polsek, Koramil Lumban Julu, PT Regal Springs Indonesia, Pemkab Toba, relawan, paranormal, hingga seluruh masyarakat yang tidak kenal lelah,” tambahnya.
Di tengah kesedihan, keluarga menunjukkan ketabahan yang luar biasa. Mereka ikhlas menerima takdir dan mendoakan agar almarhum bahagia di sisi-Nya.
“Kami ikhlaskan anak kami, kampungnya di sini. Jadi, suatu saat kami akan berkunjung ke tempat ini. Semoga berkat yang melimpah buat keluarga saudara sekalian yang telah turut mendoakan anak kami Chistoper bahagia di surga,” pungkas Irminus penuh haru.
Operasi pencarian yang melibatkan tim selam dan berbagai elemen ini menjadi bukti kuatnya solidaritas di tengah masyarakat, meski hasil yang diharapkan belum dapat terwujud.(CT)






