Eston juga mengungkapkan keprihatinannya atas ketidaktertiban pelaksanaan program nasional ini. Ia khawatir, tanpa transparansi dan koordinasi yang baik, masalah ini akan berlarut-larut dan merugikan masyarakat yang berhak menerima manfaat.
“Atas nama Satgas saya prihatin. Mari kita awasi bersama dan perlu kita tindaklanjuti mempertanyakan ke Badan Gizi Kabupaten maupun Nasional,” tegasnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Toba, Miranda E Sihombing, mengakui adanya perbedaan informasi yang disampaikan.
Menurut Miranda, alasan utama SPPG tidak beroperasi bukan semata-mata habis kontrak, melainkan karena pihak penyedia sedang melakukan proses pemindahan lokasi dan peralatan masak ke bangunan yang berada di sebelah fasilitas lama.
“Ya, memang kami juga tahu itu mereka pindah ke bangunan disebelah SPPG itu. Informasi terakhir ini sedang proses pemindahan peralatan masak makanya tidak bisa operasional karena peralatan masaknya sedang dipindahkan,” jelas Miranda saat diklarifikasi.
Hingga saat ini, masih terdapat perbedaan narasi antara alasan administratif (habis kontrak) dan alasan teknis (pemindahan fasilitas).
Satgas akan segera menindaklanjuti permasalahan ini untuk memastikan hak masyarakat terjamin dan program berjalan sesuai aturan. Teguran ini dikeluarkan karena hingga hari keempat, bantuan MBG di beberapa sekolah masih belum didistribusikan.(CT)






