djeNews.co – Pematangsiantar
Dugaan intervensi oknum anggota DPRD dalam sejumlah proyek pembangunan di Kota Pematangsiantar semakin ramai dibicarakan. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Ronald Darwin Tampubolon SH angkat bicara terkait dengan adanya rumor dan desas desus hal tersebut.
Menurut Ronald, praktik praktik curang seperti ini menimbulkan konsekuensi serius dan merugikan bagi warga kota Pematangsiantar. “Pekerjaan proyek yang seharusnya dikerjakan oleh kontraktor berkompeten, justru jatuh ke pihak yang hanya mengandalkan ‘kedekatan’. Dan tentu saja hasilnya bisa kita tebak, kualitas pembangunan rawan dipertanyakan. Jalan cepat rusak, drainase tidak berfungsi, dan masyarakat kembali dirugikan”, sebutnya.

Ditambah Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pematangsiantar ini, fenomena ini bukan hanya soal proyek, tapi soal integritas lembaga legislatif. DPRD seharusnya menjalankan fungsi kontrol, bukan malah terindikasi penyalahgunaan kewenangan yang serius. “Ketika wakil rakyat ikut main proyek, maka check and balance hancur. Rakyat tidak lagi punya pelindung, yang ada hanya transaksional untuk kepentingan sendiri,” tegasnya.
Kita berharap agar aparat penegak hukum, cepat bertindak guna menelusuri jejak dugaan intervensi ini. Transparansi dan audit independen dinilai menjadi langkah awal yang penting. “ Dugaan intervensi proyek di Pematangsiantar ibarat fenomena gunung es—hanya terlihat sedikit di permukaan, tapi menyimpan banyak cerita di bawahnya. Pertanyaan besar pun menggantung: apakah ada keberanian politik dan hukum untuk benar-benar dapat membongkar praktik curang seperti ini”, paparnya lagi.
Untuk itu kita meminta agar APH segera melakukan Audit independen terhadap proyek yang dicurigai, penguatan transparansi lelang melalui e-procurement murni, dan meminta masyarakat untuk melakukan partisipasi dalam peningkatan pengawasan publik.






